/
/
/
Mengenal lebih dekat Osteoartritis

Mengenal lebih dekat Osteoartritis

Artikel Kesehatan RSPB
Mengenal lebih dekat Osteoartritis

Osteoartritis disebabkan oleh ausnya tulang rawan sendi, dimana menipisnya rawan sendi tersebut membuat penderita merasakan nyeri hebat dan kaku ketika sendi digerakkan.

Perlu diketahui selain terdiri dari tulang, pada sendi juga terdapat tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang. Dengan demikian ketika sendi digerakkan tulang-tulang tidak saling beradu.

Bantalan sendi tersebut bisa rusak dan aus karena beberapa faktor. Yang paling sering karena penuaan. Karena itulah, osteoartritis tergolong penyakit degeneratif (penuaan). Namun tidak semua orang lanjut usia (lansia) terkena osteoartritis. Diduga, faktor genetik ikut berpengaruh.

Lutut adalah sendi yang paling sering diserang osteoartritis. Gejalanya antara lain nyeri ketika lutut ditekuk, berjongkok atau naik tangga. Lama kelamaan, kaki akan bengkok di bagian lutut menjadi berbentuk O atau X.

Saat ini belum ada metode yang bisa menumbuhkan bantalan sendi yang aus. Karenanya, saat ini operasi penggantian sendi (artroplasti) menjadi alternatif terapi terbaik pada osteoartritis stadium lanjut.

Artroplasti dilakukan dengan cara memotong bagian sendi yang rusak untuk kemudian diganti dengan sendi buatan.  Sendi buatan tersebut terbuat dari bahan metal dan plastik khusus untuk pengganti lapisan tulang rawan yang rusak. Penggantian diawali dengan pengukuran sendi yang dilakukan dengan bantuan x-ray.

Langkah ini menjadi penting agar sendi pengganti bisa terpasang dengan tepat menggantikan sendi yang rusak Presisi dan keakuratan sangat menentukan keberhasilan operasi.

Bila Terkena Osteoartritis jangan Tunda Operasi

Diagnosa dini dari nyeri pada lutut (osteoartritis) adalah hal yang penitng untuk kelangsungan mobilitas lutut Anda. Kalau dokter anda merekomendasikan untuk mengganti sendi lutut Anda lakukanlah, jangan tunda operasinya. 

Ada 2 jenis anestesi yang biasa digunakan dalam operasi penggantian sendi lutut ini, yaitu general anestesi dan regional anestesi (epidural). Jenis anestesi yang akan digunakan tergantung kondisi pasien dan rekomendasi dokter bedah dan dokter anestesi.

Resiko yang Mungkin Timbul Setelah Operasi

Berikut ini komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi :

  • Bekuan Darah atau Deep Vernous Thrombosis (DVT)
  • Infeksi, penyebab infeksi yang paling umum setelah operasi adalah bakteri yang masuk kedalam aliran
    darah saat tindakan dental, infeksi saluran kemih atau infeksi kulit.

Penggantian sendi lutut ini dilakukan tergantung usia, berat badan, aktifitas dan faktor lainnya. Selain itu akan dijumpai resiko-resiko dan proses penyembuhan yang memerlukan waktu. Untuk kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter bedah artoplasti, karena hanya dokter bedah artoplasti yang bisa memberikan jawaban apakah penggantian sendi lutut ini tepat untuk anda.

Nyeri Pasca Operasi

Pada umumnya nyeri setelah operasi dapat ditolerir dan berangsur-angsur dapat berkurang setelah beberapa bulan. Dokter bedah akan memberikan obat penghilang rasa sakit yang membuat pasien merasa nyaman setelah operasi.

Proses Rehabilitasi

Dokter bedah dan fisiotherapi akan menyusun program yang sesuai dengan kondisi anda. Anda harus berperan aktif dalam proses rehabilitasi ini karena untuk mendapatkan range of motion (ROM) dan kekuatan otot adalah hal yang terpenting.

Lama Perawatan di Rumah Sakit

Anda biasa nya akan berada di rumah sakit 5 sampai 7 hari.

Saat di Luar Rumah Sakit

Walaupun anda bisa berjalan dengan bantuan “walker” sesudah operasi, namun sebaiknya anda tetap perlu mencari bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari sampai kondisi anda pulih kembali.

Waktu untuk Beraktifitas Kembali.

Anda dapat kembali beraktifitas normal sekitar 3 sampai 6 bulan setelah operasi, dan bisa mengendarai mobil setelah 4 sampai 6 bulan.

Aktifitas yang Dapat Dilakukan Kembali

Berikut ini adalah daftar kegiatan yang dapat anda lakukan setelah operasi penggantian sendi dilakukan :

  • Berdoa dengan lutut
  • Berkebun
  • Tai Chi
  • Berjalan
  • Naik tangga
  • Menyetir kendaraan
  • Golf
  • Naik Sepeda
  • Yoga
  • Berenang
  • Tenis Double
  • Berdansa