/
/
Gizi Seimbang Pada Anak

Gizi Seimbang Pada Anak

Artikel Kesehatan
Gizi Seimbang Pada Anak

Buah hati atau anak merupakan suatu dambaan bagi setiap pasangan agar lengkap sebagai keluarga. Setiap orang tua pasti menginginkan buah hati atau anak yang mempunyai gizi seimbang agar tumbuh kembang mereka tidak terhambat dan maksimal.

Gizi merupakan hal yang penting bagi setiap anak dimulai dari bayi sampai dengan mereka mempunyai proteksi mandiri. Bayi sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan pertama, air susu ibu (ASI)  adalah gizi yang terbaik untuk seorang bayi, “6 bulan pertama dia tidak perlu tambahan apa-apa bahkan minum air putih pun tidak perlu” tambah dr. Jahja Zacharia, Sp. A.

Peranan gizi dalam tumbuh kembang anak itu mempunyai peranan penting. Menurut dr. Jahja Zacharia, Sp. A dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, tumbuh kembang anak bisa diandaikan seperti pesawat terbang yang tinggal landas apabila nutrisinya bagus anak akan mempunyai tumbuh kembang yang optimal tapi apabila nutrisinya tidak baik atau buah hati sering sakit itu seperti dibebani cargo yang berlebihan sehingga pesawat terbang tidak bisa tinggal landas dengan maksimal serta optimal. “Inilah yang menyebabkan akhirnya gizi yang kurang jangka panjang itu yang jadi kurus, under weight atau malahan stunting” pungkas dokter spesialis anak RS Premier Jatinegara ini.

Gizi seimbang tidak hanya berdasarkan pada pola makan serta asupan anak tapi juga dibutuhkannya tambahan proteksi sejak dini yaitu imunisasi agar bisa membantu perkembangan anak bisa maksimal dan optimal. “Yang paling penting adalah disiplin untuk makan yang teratur dan sebaiknya makan bersama dengan anggota keluarga yang sudah lebih dewasa” menurut dr. Jahja Zacharia, Sp. A. dari RS Premier Jatinegara, orang tua perlu memahami bahwa makan itu adalah suatu kegiatan yang perlu suasana menyenangkan dan kekeluargaan, ketika hal tersebut bisa terpenuhi fungsi pencernaan anak bisa secara optimal mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Hal tersebut akan terjadi sebaliknya apabila seorang anak dalam makannya dipaksa karena anak dapat stres lalu dari stres itu menyebabkan saluran pencernaan tidak berfungsi maksimal.

Orang tua perlu mengimbangi antara aktivitas fisik yang rutin dan makanan, jangan sampai makanan berlebih sedangkan kurang menjalani aktivitas mengeluarkan energi maka anak bisa saja mengalami obesitas dalam perkembangannya, “jadi makan itu adalah masukan tapi juga harus seimbang dengan pengeluaran jangan sampai hanya satu sisi yang anak dapatkan” tutup dr. Jahja Zacharia, Sp. A dari RS Premier Jatinegara.

Call Center RS Premier Jatinegara 1500 908
WhatsApp Appointment RS Premier Jatinegara +62 8111 637 666