/
/
Nyeri Dada Tidak Selalu Sakit Jantung, Mungkin Saja GERD.

Nyeri Dada Tidak Selalu Sakit Jantung, Mungkin Saja GERD.

Artikel Kesehatan
Nyeri Dada Tidak Selalu Sakit Jantung, Mungkin Saja GERD.

Nyeri pada dada yang dialami oleh sebagian orang banyak yang memutuskan bahwa itu sakit jantung tanpa konsultasi kepada dokter ahli padahal heartburn atau nyeri dada bisa juga disebabkan dari hal lain seperti gerd. dr. Eddy Setijoso, Sp.PD-KGEH, FACG, FINASIM dari RS Premier Jatinegara mengatakan nyeri dada itu bisa juga berasal dari penyakit jantung atau penyakit paru dan juga sebagainya.

Pada umumnya nyeri berada di daerah belakang dada, bisa lokal, bisa menjalar dan bisa juga tembus ke belakang, apabila berhubungan dengan saluran cerna berarti berhubungan dengan gerd. Lain hal dengan murni heartburn, biasanya karena acid karena asam lambung yang lari ke atas, ke belakangan saluran pencernaan bagian atas saluran cerna sehingga timbul nyeri di sebelah dada.

Apabila dari jantung, heartburn itu bukan heartburn yang sebenarnya seperti yang dimaksud dengan acid tetapi nyeri dada dari keadaan dimana ada penyakit seperti jantung koroner, seandainya ada serangan biasanya disebut sebagai angina pectoris itu bisa disamarkan dengan adanya gejala nyeri yang disebabkan oleh heartburn itu berhubungan dengan saluran cerna.

Heartburn yang disebabkan oleh saluran cerna atau pada umumnya disebut sebagai GERD (gastroesophageal reflux disease), gejala-gejala GERD dibagi kepada dua kelompok seperti gejala GERD yang berhubungan dengan saluran cerna bagian atas, sendawa terus menerus, atau nyeri, nyeri itu sendiri bisa karena adanya cedera pada saluran cerna bagian atas oleh paparan asam lambung yang terus menerus lari ke atas.

Serangan dari adanya gangguan penyempitan pembuluh darah jantung yang mendadak akan berbahaya karena akan terjadi kerusakan otot jantung, tetapi apabila terjadi dari saluran cerna berlangsung terus menerus bisa terjadi kerusakan dari selaput lendir bisa timbul luka, bisa timbul pendarahan, dan juga tentu timbul yang disebut barret’s dari esofagus. “Barrett’s dari esofagus yaitu suatu keadaan dimana terjadi gangguan dimana saluran cerna bagian bawah seperti dari lambung selaput lendirnya, menjalar sampai ke atas, ini merupakan risiko untuk timbulnya keganasan dari saluran cerna bagian atas” ujar dokter spesialis penyakit dalam dr. Eddy Setijoso, Sp.PD-KGEH, FACG, FINASIM.

Penanganan yang coba dilakukan pada umumnya adalah dengan mengubah dari gaya hidup seperti apabila individunya mengalami obesitas, baik obesitas yang murni maupun central obesity dimana saluran cernanya besar dengan menanggulangi hal tersebut dalam mengubah gaya hidupnya. Selain hal itu bisa dilakukan dengan modifikasi makanan dengan faktor waktu makan, disarankan untuk makan sebaiknya tidak dilakukan dekat dengan waktu tidur, lalu jenis makanannya juga diusahakan untuk jenis makanan yang tidak banyak mengandung gas agar bisa mengurangi kemungkinan adanya gas yang membawa asam naik ke atas. Pasien juga mencoba diwaktu tidur, tempat tidur dibagian kepala agak sedikit lebih tinggi sekitar 3 inci atau 10 sentimeter.

Selain dengan metode mengubah dari gaya hidup, dari sisi obat-obatan penghilang rasa sakit dan obat-obatan antibiotik juga dihindari seperti kelompok obat tetrasiklin, dimana tetrasiklin dan derivatnya juga bisa menyebabkan adanya gangguan heartburn atau nyeri dada karena timbulnya luka di saluran cerna bagian atas oleh faktor obat-obatan tersebut.

Apabila metode mengubah gaya hidup itu gagal berarti harus mulai dengan obat-obatan, obat-obatan farmakoterapi berarti bisa diberikan obat-obatan yang disebut dengan proton pump inhibitor itu sebagai penghambat pompa asam, “Biasanya kita berikan dua sampai empat minggu, lalu kita nilai bagus atau tidak hasilnya” tambah dr. Eddy Setijoso, Sp.PD-KGEH, FACG, FINASIM. Selain obat tersebut bisa diberikan kelompok obat H2 blocker itu juga untuk menurunkan paparan asam lambung lalu juga bisa dengan memodifikasi gerakan dari pada lambung agar bergerak lebih efisien ke bawah dengan memberikan obat prokinetik. Semua hal tersebut biasanya disebut dengan farmakoterapi.

RS Premier Jatinegara mempunyai tim untuk saluran cerna dari sisi penyakit dalam maupun dari sisi bedahnya, apabila penanganan di atas gagal dilakukan dan harus memerlukan tindakan koreksi terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh GERD dengan bedah.

 

Call Center RS Premier Jatinegara 1500 908
WhatsApp Appointment RS Premier Jatinegara +62 8111 637 666