/
/
Ortopedi Pada Anak, Apakah Anak Boleh Dibedong?

Ortopedi Pada Anak, Apakah Anak Boleh Dibedong?

Artikel Kesehatan
Ortopedi Pada Anak, Apakah Anak Boleh Dibedong?

Masih banyak orang tua yang masih menjalani praktik bedong saat masih bayi karena dianggap oleh sebagian orang tua bahwa hal tersebut dapat membuat bayi nyaman, hangat dan tidak rewel tetapi dr. Damiarta, Sp.OT dari RS Premier Jatinegara mengatakan praktik pembedongan tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan hal itu karena menurutnya secara natural sebenarnya panggul anak itu dalam posisi mengangkang, ketika orang tua meluruskan kaki anak dan melakukan pembedongan itu sudah menyalahi posisi natural panggul anak

 

Keinginan setiap orang tua dapat melihat anaknya bergerak bebas dan dapat bermain dengan riang gembira seperti lari kesana kemari tanpa merasakan sakit di setiap pergerakan sendi ataupun ototnya. Apabila kegiatan pembedongan pada anak bayi dilakukan terus menerus hal ini dapat mengganggu perkembangan dari panggul anak dan jika terjadi gangguan secara terus menerus dalam perkembangannya dapat terjadi pergeseran pada panggul anak atau jika anak sudah mulai berjalan hal itu bisa membuat anak berjalan pincang bahkan anak bisa sulit berjalan.

 

Ortopedi sebagai ilmu kedokteran yang mempelajari tentang sistem muskuloskeletal, sistem ini meliputi tulang, sendi, otot, saraf dan jaringan lain di sekitarnya yang memungkinkan seseorang untuk bisa bergerak secara aktif. “Kelainan pada ortopedi dapat terjadi pada dewasa maupun pada anak-anak” ujar dr. Damiarta, Sp.OT, dokter spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi dari RS Premier Jatinegara. Pada anak kelainan ini bervariasi bisa merupakan sebuah bawaan sejak lahir maupun timbul dalam masa perkembangan, selain itu juga anak yang cenderung aktif dalam kesehariannya memungkinkan cedera dapat terjadi.

 

Pada anak kelainan muskuloskeletal yang sering terjadi berupa deformitas atau kelainan bentuk pada kaki, tangan, maupun tulang belakang. Orang tua bisa melakukan deteksi dini terhadap kelainan ortopedi pada anak, jika kelainan didapat setelah terjadi cedera maka orang tua bisa melakukan penangan pertama terhadap cedera yaitu nyeri atau benjolan dapat dikompres dengan es, selanjutnya dapat dibawa ke dokter spesialis ortopedi agar dapat diberikan penanganan lanjutan seperti pemasangan spalk pada tungkai yang cedera serta dapat diberikan obat-obatan anti nyeri. Apabila bukan suatu reaksi dari cedera yaitu berupa kelainan dari bentuk dari tungkai atau tulang belakang, orang tua pasien sebaiknya segera membawa anak ke dokter ortopedi untuk dapat dianalisa kelainan tersebut sehingga mendapatkan terapi yang sesuai.

 

Kelainan pada ortopedi dapat terjadi pada dewasa maupun pada anak-anak, RS Premier Jatinegara hadir dalam menangani permasalah tersebut dengan peralatan yang memadai dan dokter berpengalaman. “RS Premier Jatinegara mempunyai dokter spesialis ortopedi dan dokter spesialis ortopedi konsultan anak yang dapat menganalisa kelainan ortopedi pada anak anda” tutup dr. Damiarta, Sp.OT.

 

Call Center RS Premier Jatinegara 1500 908
WhatsApp Appointment RS Premier Jatinegara +62 8111 637 666